Langsung ke konten utama

Mengapa Perut Berbunyi Saat Lapar?

Seringkali kita mendengar perut kita berbunyi terutama saat merasa lapar. Pas lagi puasa gitu ye kan, siang-siang perut udah bunyi. Suara yang timbul bahkan bisa didengar oleh orang di sebelah kita. Apa yang terjadi? Apa iya mas-mas EXO lagi konser di dalem perut sehingga perut kita dancing? Oh tentu tidak, suara tersebut bukan berasal dari album Growl milik EXO. Begini penjelasannya.


https://modernseoul.files.wordpress.com/2013/08/exo-growl-kpop-2.jpg
Mas-mas EXO


Suara itu dinamakan borborygmi[2]. Borborygmi sering dikaitkan dengan rasa lapar, padahal sebetulnya, perut kita menggeram sepanjang waktu – saat keadaan perut kosong atau penuh, ngga cuma pas lapar. Perut menggeram biasanya lebih keras ketika perut dan usus sedang kosong sehingga isi organ tidak mampu meredam suara. Manusia itu kan mesin yang hebat ya. Saluran pencernaan kita seperti tabung yang membentang dari mulut sampai ke anus dengan dinding organ yang utamanya terdiri dari otot polos[4].  Tubuh mendapatkan makanan melalui gelombang kontraksi otot, yang terus mendorong makanan ke bawah. Proses ini disebut peristaltik. Selain makanan dan cairan yang bergerak melalui sistem pencernaan, campuran tersebut juga mengandung gas dan udara. Kantong-kantong gas dan udara inilah yang menimbulkan suara keroncongan. Suara dari gas dan udara diproduksi di perut setiap saat, tetapi jauh lebih keras ketika tidak ada makanan di tubuh kita. Saat terdapat makanan di dalam perut, sebagian besar suara diserap oleh makanan sehingga suara geraman sangat kecil dan hampir tidak terdengar. Ketika kontraksi otot terjadi lagi dengan perut dalam keadaan kosong, kantong-kantong gas dan gelembung udara membuat suara lebih keras, karena tidak ada makanan di dalam yang meredam suara[5].

Selain itu, suara menggeram juga bisa berarti bahwa tubuh kita mendapatkan gula darah rendah dan usus tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup dari darah kita. Hal tersebut memberi kita sinyal agar kita segera mendapatkan makanan. Menurut Laurence Bailen, biasanya suara itu juga berasal dari gas berlebihan yang bergerak bolak-balik di usus. Maka, memasukkan makanan ke dalam sistem pencernaan dapat meredam kebisingan, karena otot-otot pencernaan menjadi lebih fokus pada penguraian dan penyerapan makanan daripada menggerakkan udara di sekitar.

Bagaimana bisa udara masuk ke saluran pencernaan?

Udara bisa masuk ke saluran pencernaan saat kita makan terlalu cepat, berbicara sambil makan, minum pakai sedotan, dan ketika kita terus minum cairan saat berolahraga. Kelebihan udara juga dapat terjadi jika usus mulai memproduksi terlalu banyak gas dari makanan yang diserap dengan tidak benar. Kita menelan udara kapan saja saat kita sedang makan atau minum bersamaan dengan aktivitas lain[3]. Sering kan kita disuruh orang tua buat menutup mulut dan tidak berbicara saat makan, tapi mungkin mereka melihat dari sisi kesopanan ya.

Borborygmi merupakan aktivitas normal yang terjadi di dalam tubuh. Namun, seperti gejala gastrointestinal lainnya seperti sakit perut atau perut kembung, borborygmi umumnya lebih sering dan parah pada penderita sindrom iritasi usus besar atau IBS (irritable bowel syndrome)[2].

Lalu, bagaimana cara mengurangi geraman tersebut?

Khodadadian menyarankan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi borborygmi antara lain berjalan-jalan setelah makan untuk membantu pencernaan dan membuat usus bergerak bersama dan hindari minuman berkarbonasi berlebihan karena dapat menyebabkan penumpukan gas di usus[1].

Baik, sepertinya sudah cukup penjelasannya. Paham kan? Paham dong. Bisa dipelajari lebih lanjut dan lebih lengkap ditautan yang aku tulis di akhir post ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih!

 

Referensi :

[1] A Noisy Stomach : Normal or Unhealthy?

[2] Method For Decreasing Borborygmi by Administering A Bifidobacterium Bacteria

[3] Why Do My Stomach Growl?

[4] Why Does Your Stomach Growl When You Are Hungry?

[5] Why Does Your Stomach Growl When You’re Hungry?

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Our Little Beautiful City : Antusias Membangun Teknologi disertai Kecemasan Bumi

            Populasi manusia yang semakin meluap membuat kebutuhan hunian juga meningkat. Selain itu, sampah yang dihasilkan pun semakin menggunung. Tidak semua orang menyadari bahwa pengelolaan lingkungan adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang bersahabat dengan alam. Teman-teman ingat tidak, kapan pertama kali kalian sadar bahwa membuang sampah di sungai adalah hal yang buruk?           Christian Darren Kusnadi, seorang penulis asal Tangerang berhasil menuliskan buku berjudul Our  Little  Beautiful City. Terinspirasi dari buku berjudul Silent Spring karya Rachel Carson, Darren mencoba menceritakan isu lingkungan dengan kisah yang mudah dipahami. “Target pembacanya memang untuk anak-anak dan remaja, harapannya cerita ini cukup memberi rangsangan kalangan muda bahwa masalah lingkungan itu nyata”,   ungkap Darren. Sesuai dengan target pembaca, tokoh dalam cerita ini merupakan sekumpu...

Apa yang Menyebabkan Spidol Bisa Permanen?

soniofficemate.com "Ayo siapa yang mau melanjutkan mengerjakan nomer 3 di papan tulis? Silakan nomer 1 boleh dihapus."  "Baik, Bu." "Hayoooo spidol permanennn hahahah ngga bisa dihapuuss..." Panik. Pelajaran jadi molor gara-gara waktu dipake buat menghapus spidol permanen dengan spidol nonpermanen. Abis itu spidol nonpermanen jadi macet, warnanya tipis, ngga bisa dilihat dari barisan siswa di belakang. Hadeuh. Apa sih yang bikin spidol bisa permanen sampai jam pelajaran jadi berkurang, walaupun beberapa siswa merasa senang? Secara fisik, tampilan spidol tampak sama baik permanen maupun nonpermanen. Tentu yang membuatnya berbeda adalah bahan kimia di dalam tinta spidol tersebut. Ada empat bahan penting dalam pembuatan tinta, yaitu air, pelarut, aditif, dan pengawet. Dalam tinta spidol permanen sendiri ada 3 bahan penting yaitu pewarna ( colorant ), pelarut ( solvent ), dan resin. Mari kita pelajari satu per satu ya tidak perlu berbarengan,...

Bias Efek Mozart

Musik klasik memiliki makna luas yang biasanya mengarah pada musik tradisional barat, seperti orkestra dan opera [1] . Pernahkah teman-teman mendengar pernyataan bahwa musik klasik membuat kita menjadi lebih pintar? Yap, fenomena tersebut dinamakan “efek Mozart”. Hingga saat ini, masih banyak di antara kita yang memercayai bahwa mendengarkan musik klasik dapat meningkatkan kecerdasan seseorang. Bahkan aku sendiri sebagai penikmat musik klasik juga memercayainya, sampai suatu saat sebuah tweet mengatakan bahwa pernyataan itu salah. Ngomong-ngomong, kenapa harus Mozart? Bukannya ada banyak komponis musik klasik yang populer juga, misalnya Beethoven, Bach, atau Chopin? Bisakah disebut “efek Beethoven”?   Wolfgang Amadeus Mozart