Tidur adalah hal
paling wuenak yang bisa manusia rasakan. Capek, ngantuk, dan
sebel bisa diobati dengan tidur. Tidur juga salah satu cara lari dari masalah
walaupun pas bangun nanti ketemu lagi. Hal yang unik dari tidur adalah mimpi.
Tubuh kita mati tapi jiwa kita tetap menjalani hidup, yaa mungkin di dimensi
lain. Hal yang lebih unik adalah kita dengan mudah melupakan mimpi bahkan hanya
5 menit setelah bangun. Benar-benar tidak ada ingatan tentang mimpi yang kita
alami. Apa yang terjadi? Semoga penjelasan berikut dapat dipahami dengan mudah.
Pada tahun 1953, para
ilmuwan menemukan tahap tidur yang disebut REM (rapid eye movement),
yang ditandai dengan gerakan mata yang cepat, pernapasan tidak teratur, dan
sentakan otot tak sadar, dan kemudian mereka memahami bahwa otak kita sangat
aktif selama tidur. Bagian dari aktivitas itu adalah "bermimpi".
Periode di mana manusia
tidur dapat dibagi menjadi lima tahap. Tahap satu dan dua adalah periode tidur
ringan. Tahap ketiga adalah periode transisi antara tidur ringan dan tidur yang
lebih dalam. Tahap yang lebih restoratif berada pada tahap empat. Tahap kelima
adalah fase REM, yang menyumbang sekitar 20% dari tidur kita setiap
malam. Ketika kita beralih ke fase REM, kita mengalami sejumlah perubahan
fisiologis, termasuk peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, pernapasan
pendek, dan kelumpuhan sementara otot-otot pada anggota tubuh kita. Ketika kita
bersiap untuk bangun, kita mulai meninggalkan fase REM. Menurut Robert
Stickgold, cara kita membangunkan diri akan berpengaruh pada mampu atau tidaknya
kita mengingat mimpi.
Waktu kita tidur, tidak
semua daerah otak menjadi offline pada saat yang sama, menurut
sebuah studi dalam jurnal Neuron. Para peneliti telah menemukan salah satu
bagian yang tidur terakhir yaitu hippocampus, berada di dalam setiap belahan
otak dan sangat penting untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek
ke memori jangka panjang. Jika hippocampus adalah yang
terakhir tidur, bisa jadi yang terakhir bangun dong. Kita bisa bangun dengan
mimpi dalam ingatan jangka pendek, karena hippocampus belum
sepenuhnya terjaga sehingga otak kita tidak dapat menyimpan ingatan itu.
Ada faktor lain yaitu tidak
adanya hormon norepinefrin di korteks serebral, wilayah otak yang memainkan
peran kunci dalam memori, pikiran, bahasa, dan kesadaran. Sebuah studi yang
diterbitkan pada tahun 2002 dalam American Journal of Psychiatry mendukung
teori bahwa kehadiran norepinefrin meningkatkan memori pada manusia.
![]() |
| Ini neuron, bukan pohon |
Penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Kilduff dan Yamanaka bersama timnya yang berfokus pada hormon
yang terlibat dalam mengatur tidur dalam narkolepsi (suatu kondisi yang dapat
menyebabkan seseorang tertidur tanpa sadar pada waktu yang tidak tepat di siang
hari), yaitu hormon orexin/hypocretin. Untuk studi baru
mereka, para peneliti mulai memeriksa sekelompok neuron 'tetangga' di hippocampus yang menghasilkan melanin-concentrating
hormone (MCH), molekul yang membantu mengatur tidur dan nafsu
makan. Untuk mengetahuinya, para ilmuwan menggunakan ablasi genetik pada
tikus dan menemukan bahwa "mematikan" neuron-neuron ini dapat
meningkatkan memori tikus.
Dalam penelitian lain,
Kilduff menguji pengaruh neuron KIA terhadap memori otak. Hasil menunjukkan
bahwa neuron KIA membantu otak secara aktif melupakan informasi baru yang
mungkin tidak penting. Iya, mimpi kita kadang ada yang aneh, serem, lucu, gila,
dan itu tidak penting, bukan?
Kalau ingin meningkatkan
daya ingat tentang mimpi, ada beberapa trik dari Pak Robert. Robert
Stickgold, seorang profesor psikiatri di Harvard Medical
School, menyarankan minum air sebelum tidur, itu akan membuat kita bangun
pada malam hari karena pengen ke kamar mandi, hehe. Bangun tengah malam sering
disertai dengan kemampuan mengingat mimpi yang lebih baik. Begitu berada
di tempat tidur, berdoa dan niat dalam hati, mengingatkan diri sendiri biar
bisa mengingat mimpi bisa meningkatkan peluang untuk mengingat mimpi, dan
begitu juga membuat jurnal mimpi. Setelah bangun, pegang memori mimpi itu:
tutup mata, tetap diam dan ulangi memori mimpi itu, sampai hippocampus menangkap
dan menyimpan memori dengan benar.
Well, aku berharap semoga
kalian tidak bingung ya, para pembaca yang cerdas, karena aku sendiri butuh
berkali-kali baca wkwkwk. Semoga bermanfaat. Banyakin mimpi ya sist, gan.
Referensi :
On the brain : Remembering Dreams
Why can't we remember our dreams?
Why do memories of vivid dreams disappear soon after waking
up?
Why we forget our dreams: Acetylcholine andnorepinephrine in
wakefulness and REM sleep


Komentar
Posting Komentar