Langsung ke konten utama

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

bobok cantik


Sejak kecil, dari TK kalau ngga salah, aku udah sering mengalami ketindihan atau kelumpuhan tidur (sleep paralysis). Hampir selalu terjadi dalam dua atau tiga bulan sekali. Dulu waktu masih kecil aku sering cerita ke ibukku karena belum paham. Ternyata ibukku dan kakakku juga sering banget ketindihan. Saking seringnya udah ngga kaget lagi kalau ketindihan, tapi tetep panik sih wkwkwkw. Tingkat seremnya ketindihan menurutku tergantung dadi seberapa serem mimpi kita. Yaudah yuk kita bahas ketindihan atau kelumpuhan tidur atau biar gemes kita sebut kelumpuhan bobok atau biar gaul kita sebut sleep paralysis. GAASS!!

Sleep paralysis itu apa sih, Pink? 
 
Sleep paralysis atau kelumpuhan tidur adalah perasaan sadar tetapi tidak bisa bergerak. Ini terjadi saat seseorang melewati antara tahap terjaga dan tidur. Selama transisi ini, kita mungkin tidak dapat bergerak atau berbicara selama beberapa detik bahkan beberapa menit. Beberapa orang mungkin juga merasakan tekanan atau rasa tersedak. Ini bisa sangat menakutkan saat kita tidak bisa bergerak. Kita mungkin merasa cemas dan takut. Beberapa orang juga berhalusinasi. Mereka mungkin melihat, mendengar atau merasakan hal-hal yang sebetulnya tidak ada di sana. Mereka bahkan mungkin berpikir bahwa ada orang lain di dalam ruangan bersama mereka. Nah, itu yang aku rasakan saat ketindihan. Kalian mungkin pernah juga merasakan, berarti itu lagi ketindihan bro sis. 

Kelumpuhan tidur paling umum terjadi pada orang yang memiliki narkolepsi, tetapi bisa juga terjadi pada orang yang tidak menderita narkolepsi. Baik pria maupun wanita, dan lebih mungkin terjadi pada remaja atau dewasa. Ini sering bersifat genetik, dan paling umum pada mereka yang memiliki masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, gangguan stres pascatrauma, atau gangguan panik. Kurang tidur atau jadwal tidur yang bergeser juga dapat menyebabkan kelumpuhan tidur.



deg-degan, takut, panique
deg-degan, takut, panique

Apa yang terjadi pada tubuh kita?
 
Di sini aku mau ngomongin sleep paralysis dengan penjelasan secara ilmiah ya, kalau masalah dengan ditindih makhluk halus dan sebagainya, aku kurang tahu itu benar apa ngga hehe. Berdasarkan beberapa riset, ketindihan bisa terjadi akibat kurang tidur, pola tidur yang tidak teratur, posisi tidur, insomnia, riwayat keluarga, dan tekanan psikologis seperti cemas, depresi, dan stres. Ada dua macam kelumpuhan tidur yaitu kelumpuhan tidur hipnagogik atau predormital dan kelumpuhan tidur hipnopompik atau postdormital. Apa bedanya? 

Saat kita mulai tertidur, tubuh kita perlahan rileks dan mulai hilang kesadaran sehingga kita tidak merasakan perubahan (dari sadar menjadi tidak sadar). Namun, jika kita tetap sadar saat tertidur, kita bisa merasakan bahwa tubuh ini terjaga tapi tidak bisa bergerak ataupun berbicara. Ini yang disebut kelumpuhan tidur hipnagogik atau predormital. 

Bagaimana dengan kelumpuhan tidur hipnopompik atau postdormital? Selama tidur, tubuh kita berganti-ganti antara fase REM (rapid eye movement) dan NREM (non rapid eye movement). Satu siklus tidur REM dan NREM berlangsung sekitar 90 menit. Fase NREM terjadi lebih dahulu dan memakan waktu hingga 75% dari keseluruhan waktu tidur kita. Selama fase NREM, tubuh kita rileks dan memulihkan diri. Di akhir NREM, tidur kita beralih menjadi fase REM. Mata kita bergerak dengan cepat dan kita sedang bermimpi, tetapi bagian tubuh lainnya tetap sangat rileks. Pernah mengamati orang tidur tapi matanya bergerak-gerak padahal matanya tertutup kan? Nah itu berarti orang sedang bermimpi. Otot kita "dimatikan" selama fase REM. Jika kita menjadi sadar sebelum siklus REM selesai, saat itulah kita merasakan ketindihan, tidak dapat bergerak atau berbicara.

Bagaimana cara 'berdamai' dengan sleep paralysis?
 
Salah satu yang dapat dilakukan saat mengalami kelumpuhan tidur adalah dengan fokus pada gerakan mata (eye movement) karena biasanya ini masih bisa dilakukan saat kita ngga bisa berbicara dan menggerakkan tubuh. Gerakkan mata untuk melihat sekeliling dan memastikan bahwa lingkungan sekitar kita sebetulnya baik-baik saja (tidak ada makhluk atau hmmm yaaa sesuatu yang menyeramkan, yang sebetulnya ada di dalam mimpi kita) sehingga kita bisa merasa rileks kembali dan mengurangi kepanikan. Untuk mencegah kelumpuhan tidur, kita bisa memperbaiki pola makan dan memperbaiki jadwal tidur. Hindari tidur telentang karena umumnya kelumpuhan tidur terjadi saat kita tidur telentang. Konsultasikan dengan dokter apabila memiliki gangguan seperti stres, depresi, atau kecemasan yang dapat berdampak pada kesehatan dan mengganggu suasana tidur. Walaupun terasa menakutkan, kelumpuhan tidur tidak berbahaya. 


Begitu teman-teman. Apakah paham dengan penjabaranku? Semoga bermanfaat ya! Semoga ngga ketindihan lagi hehehe :)



Referensi :







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Our Little Beautiful City : Antusias Membangun Teknologi disertai Kecemasan Bumi

            Populasi manusia yang semakin meluap membuat kebutuhan hunian juga meningkat. Selain itu, sampah yang dihasilkan pun semakin menggunung. Tidak semua orang menyadari bahwa pengelolaan lingkungan adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang bersahabat dengan alam. Teman-teman ingat tidak, kapan pertama kali kalian sadar bahwa membuang sampah di sungai adalah hal yang buruk?           Christian Darren Kusnadi, seorang penulis asal Tangerang berhasil menuliskan buku berjudul Our  Little  Beautiful City. Terinspirasi dari buku berjudul Silent Spring karya Rachel Carson, Darren mencoba menceritakan isu lingkungan dengan kisah yang mudah dipahami. “Target pembacanya memang untuk anak-anak dan remaja, harapannya cerita ini cukup memberi rangsangan kalangan muda bahwa masalah lingkungan itu nyata”,   ungkap Darren. Sesuai dengan target pembaca, tokoh dalam cerita ini merupakan sekumpu...

Apa yang Menyebabkan Spidol Bisa Permanen?

soniofficemate.com "Ayo siapa yang mau melanjutkan mengerjakan nomer 3 di papan tulis? Silakan nomer 1 boleh dihapus."  "Baik, Bu." "Hayoooo spidol permanennn hahahah ngga bisa dihapuuss..." Panik. Pelajaran jadi molor gara-gara waktu dipake buat menghapus spidol permanen dengan spidol nonpermanen. Abis itu spidol nonpermanen jadi macet, warnanya tipis, ngga bisa dilihat dari barisan siswa di belakang. Hadeuh. Apa sih yang bikin spidol bisa permanen sampai jam pelajaran jadi berkurang, walaupun beberapa siswa merasa senang? Secara fisik, tampilan spidol tampak sama baik permanen maupun nonpermanen. Tentu yang membuatnya berbeda adalah bahan kimia di dalam tinta spidol tersebut. Ada empat bahan penting dalam pembuatan tinta, yaitu air, pelarut, aditif, dan pengawet. Dalam tinta spidol permanen sendiri ada 3 bahan penting yaitu pewarna ( colorant ), pelarut ( solvent ), dan resin. Mari kita pelajari satu per satu ya tidak perlu berbarengan,...

Bias Efek Mozart

Musik klasik memiliki makna luas yang biasanya mengarah pada musik tradisional barat, seperti orkestra dan opera [1] . Pernahkah teman-teman mendengar pernyataan bahwa musik klasik membuat kita menjadi lebih pintar? Yap, fenomena tersebut dinamakan “efek Mozart”. Hingga saat ini, masih banyak di antara kita yang memercayai bahwa mendengarkan musik klasik dapat meningkatkan kecerdasan seseorang. Bahkan aku sendiri sebagai penikmat musik klasik juga memercayainya, sampai suatu saat sebuah tweet mengatakan bahwa pernyataan itu salah. Ngomong-ngomong, kenapa harus Mozart? Bukannya ada banyak komponis musik klasik yang populer juga, misalnya Beethoven, Bach, atau Chopin? Bisakah disebut “efek Beethoven”?   Wolfgang Amadeus Mozart