Langsung ke konten utama

ENIGMA : An Extremely Well-Designed Machine

The Imitation Game (2014)

Berdasarkan voting di story instagramku,  temen-temen lebih tertarik aku bahas enigma, walaupun topik How Soap Kills Viruses kayanya tetep aku tulis dan entah kapan terbitnya. Jadi hari ini aku bakal bahas mesin enigma sejauh yang aku paham ya huhuhu kalau ada anak elektro atau siapapun yang lebih paham, bisa koreksi atau tambahin informasi di kolom komentar yak!

Bermula dari saran temenku yang bilang film The Imitation Game itu keren, akhirnya aku nonton film itu dan langsung kagum sama aktor pemeran Alan Turing, Benedict Cumberbatch. FYI aja sih.

Mesin enigma merupakan sebuah mesin rotor elektromekanik yang digunakan untuk mengenkripsi suatu pesan kemudian mendekripsikan kembali pesan tersebut. Ditemukan oleh seorang insinyur Jerman bernama Arthur Scherbius, alat ini digunakan oleh militer dan pemerintah Jerman.  Alat ini memungkinkan banyak sekali cara untuk menyandikan pesan, yang mana pada saat itu sulit bagi negara lain untuk memecahkan kode dari Jerman selama Perang Dunia II. Enigma digunakan oleh Nazi selama perang dan mereka menganggap mesin ini adalah mesin paling aman dalam menyampaikan pesan. Kenapa? Apa yang bikin mesin enigma spesial? Kurang lebih seperti ini penjelasannya...

Mesin enigma 


Komponen dalam mesin enigma adalah sebagai berikut :
1.Papan ketuk 
2. Lampu 
3. Stecker board 
4. Scrambler 
5. Entry wheel 
6. Rotor 
7. Reflector 
Dengan bagian yang paling penting adalah rotor karena merupakan mekanisme utama dalam pengenkripsian pesan yang dilakukan. 

Cara kerja enigma cukup unik. Pengenkripsian oleh enigma adalah sebuah substitusi, yaitu sebuah huruf digantikan dengan huruf lainnya. Hanya saja substitusi dilakukan beberapa kali. Namun, sebuah pesan akan sulit didekripsi melainkan dengan alat yang sama, pengaturan posisi yang sama, tipe substitusi yang sama, dan kode kunci yang sama. Semua substitusi tersebut dilakukan menggunakan  wiring (sambungan listrik melalui kawat). Setiap sebuah surat dipetakan dalam bentuk yang lain, seluruh skema penyandian berubah. Saat pertama kali menekan tombol, satu pengodean dihasilkan. Ketika tombol ditekan untuk kedua kalinya, kode yang dihasilkan akan berbeda dari sebelumnya, dan seterusnya. Hal ini meningkatkan jumlah konfigurasi pengodean yang mungkin. Setiap kali tombol ditekan pada mesin Enigma, rotor berputar, dan kode berubah. Berarti, pesan "AA" dapat dikodekan sebagai sesuatu seperti "TU" meskipun tombol yang sama ditekan dua kali sebagai akibat dari perputaran posisi rotor. Apakah bingung sampai sini? Semoga paham yaaa. 

Pemecahan Kode Enigma

Marian Adam Rejewski

Walaupun kode hasil enkripsi mesin enigma sulit dipecahkan, bukan berarti tidak ada solusi untuk memecahkan teka-teki ini karena mesin enigma juga punya kelemahan xob. Marian Rejewksi, seorang matematikawan asal Polandia ditugaskan untuk memecahkan kode enigma dibantu oleh rekan kerjanya Henryk Zygalski dan Jerzy Rozycki. Saat itu Rejewski bisa mendapatkan pesan-pesan terenkripsi Jerman dengan menyadap sinyal komunikasi radio tentara Jerman. Suatu saat dia berhasil mendapatkan enam buah pesan terenkripsi pada hari yang berbeda. Memecahkan kode-kode Jerman lebih mendesak di Polandia daripada di Inggris pada 1920-an karena kondisi geografi dan akibat dari Perang Dunia I. Setelah mengetahui bahwa kode telah terpecahkan, militer Jerman menambahkan fitur tambahan pada mesin enigma, khususnya plug board untuk meningkatkan keamanan. Namun, Rejewski menemukan cara untuk membaca pesan enigma ini dan terus melakukannya hingga 1940, saat prosedur keamanan tambahan tersebut diperkenalkan. 

Alan Turing 

Alan Turing, sebagaimana yang diceritakan dalam film The Imitation Game, juga merupakan code breaker enigma. Pada tahun 1939, Turing mengambil peran penuh waktu di Bletchley Park di Buckinghamshire, di mana pekerjaan rahasia dilakukan untuk menguraikan kode militer yang digunakan oleh Jerman dan sekutunya. Pada Juli 1942, Turing mengembangkan teknik pemecahan kode yang rumit yang diberi nama 'Turingery'. Metode ini digunakan oleh orang lain di Bletchley dalam memahami mesin sandi 'Lorenz'. Lorenz menulis pesan-pesan strategis Jerman yang sangat penting : "kemampuan Bletchley untuk membaca ini berkontribusi besar pada upaya perang Sekutu".

Bombe, alat yang menggunakan sirkuit listrik untuk menyelesaikan pesan Enigma yang dikodekan dalam waktu kurang dari 20 menit. Mesin Bombe akan mencoba menentukan pengaturan rotor dan plugboard dari mesin Enigma yang digunakan untuk mengirim pesan kode tertentu. Dirancang oleh Alan Turing dan Gordon Welchman, bertujuan agar dapat memecahkan kode dari mesin enigma meskipun Jerman mengubah standar operasi mereka dengan teknik-teknik yang sudah ditemukan.  Sistem kerja bombe berdasarkan terjadinya enkripsi yang bersifat resiprok (timbal balik atau berbalas) dalam reflector pada mesin enigma, yang kemudian berhasil diturunkan sehingga posisi dari rotor-rotor dapat ditebak dengan memperhitungkan hal tersebut. Namun, waktu yang diperlukan cukup lama jika dilakukan secara manual seperti sebelumnya.  

Jadi, seberapa pentingkah pemecahan enigma? Pada tahun 1942, angkatan laut Jerman mengubah enigma dengan memberikan rotor tambahan. Perlu waktu sembilan bulan sebelum hal ini terpecahkan sehingga dapat mengurangi kerugian. Beberapa sumber mengatakan bahwa penemuan ini mempersingkat keberlangsungan perang dan juga meminimalisir jumlah korban. 

Bagaimana? Apakah menarik atau biasa saja? Apapun jawabannya, aku tetap butuh umpan balik dari kalian ya. Oh ya, bagi kalian yang punya informasi lebih atau ada koreksi, silakan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat, terima kasih!


Referensi :













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Our Little Beautiful City : Antusias Membangun Teknologi disertai Kecemasan Bumi

            Populasi manusia yang semakin meluap membuat kebutuhan hunian juga meningkat. Selain itu, sampah yang dihasilkan pun semakin menggunung. Tidak semua orang menyadari bahwa pengelolaan lingkungan adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang bersahabat dengan alam. Teman-teman ingat tidak, kapan pertama kali kalian sadar bahwa membuang sampah di sungai adalah hal yang buruk?           Christian Darren Kusnadi, seorang penulis asal Tangerang berhasil menuliskan buku berjudul Our  Little  Beautiful City. Terinspirasi dari buku berjudul Silent Spring karya Rachel Carson, Darren mencoba menceritakan isu lingkungan dengan kisah yang mudah dipahami. “Target pembacanya memang untuk anak-anak dan remaja, harapannya cerita ini cukup memberi rangsangan kalangan muda bahwa masalah lingkungan itu nyata”,   ungkap Darren. Sesuai dengan target pembaca, tokoh dalam cerita ini merupakan sekumpu...

Apa yang Menyebabkan Spidol Bisa Permanen?

soniofficemate.com "Ayo siapa yang mau melanjutkan mengerjakan nomer 3 di papan tulis? Silakan nomer 1 boleh dihapus."  "Baik, Bu." "Hayoooo spidol permanennn hahahah ngga bisa dihapuuss..." Panik. Pelajaran jadi molor gara-gara waktu dipake buat menghapus spidol permanen dengan spidol nonpermanen. Abis itu spidol nonpermanen jadi macet, warnanya tipis, ngga bisa dilihat dari barisan siswa di belakang. Hadeuh. Apa sih yang bikin spidol bisa permanen sampai jam pelajaran jadi berkurang, walaupun beberapa siswa merasa senang? Secara fisik, tampilan spidol tampak sama baik permanen maupun nonpermanen. Tentu yang membuatnya berbeda adalah bahan kimia di dalam tinta spidol tersebut. Ada empat bahan penting dalam pembuatan tinta, yaitu air, pelarut, aditif, dan pengawet. Dalam tinta spidol permanen sendiri ada 3 bahan penting yaitu pewarna ( colorant ), pelarut ( solvent ), dan resin. Mari kita pelajari satu per satu ya tidak perlu berbarengan,...

Bias Efek Mozart

Musik klasik memiliki makna luas yang biasanya mengarah pada musik tradisional barat, seperti orkestra dan opera [1] . Pernahkah teman-teman mendengar pernyataan bahwa musik klasik membuat kita menjadi lebih pintar? Yap, fenomena tersebut dinamakan “efek Mozart”. Hingga saat ini, masih banyak di antara kita yang memercayai bahwa mendengarkan musik klasik dapat meningkatkan kecerdasan seseorang. Bahkan aku sendiri sebagai penikmat musik klasik juga memercayainya, sampai suatu saat sebuah tweet mengatakan bahwa pernyataan itu salah. Ngomong-ngomong, kenapa harus Mozart? Bukannya ada banyak komponis musik klasik yang populer juga, misalnya Beethoven, Bach, atau Chopin? Bisakah disebut “efek Beethoven”?   Wolfgang Amadeus Mozart