Apa itu Hidrokuinon (Hydroquinone)?
Nama "hydroquinone" dicetuskan oleh kimiawan Jerman, Friedrich Wöhler, pada tahun 1843[9]. Hidrokuinon (disebut juga p-benzenediol; 1,4-benzenediol; dihydroxybenzene; 1,4-dihydroxybenzene; quinol; idrochinone) merupakan obat untuk mengatasi bercak gelap pada kulit akibat penumpukan melanin (hiperpigmentasi). Kondisi hiperpigmentasi yang bisa diatasi dengan obat ini di antaranya melasma, flek hitam, dan chloasma[1][6].
Golongan |
Obat resep |
Kategori |
Obat pencerah kulit |
Manfaat |
Mencerahkan bagian kulit yang warnanya lebih gelap karena hiperpigmentasi |
Digunakan oleh |
Dewasa dan anak usia >12 tahun |
Hidrokuinon untuk ibu hamil dan menyusui |
Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. |
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. |
|
Hidrokuinon belum diketahui apakah dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. |
|
Bentuk |
Krim (cream) |
Hidrokuinon bekerja dengan menghambat pembentukan melanin. Melanin merupakan pigmen cokelat tua yang dibentuk oleh melanosit yang tersimpan dalam sel epidermis kulit yang berperan melindungi lapisan epidermis dan dermis dari bahaya sinar ultraviolet. Seiring berjalannya waktu, kulit akan kehilangan melanin akibat pembentukan melanin yang terhambat, sehingga akan mudah terpapar sinar matahari[3]. Hidrokuinon sering ditambahkan dalam krim pemutih. Krim yang mengandung hidrokuinon akan terakumulasi dalam kulit dan dapat menyebabkan mutasi dan kerusakan, sehingga kemungkinan pada pemakaian jangka panjang bersifat karsinogenik[2].
Penggunaan Hidrokuinon
Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Nomor KH.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, terdapat larangan penggunaan hidrokuinon sebagai pemutih dalam kosmetik. Penggunaan hidrokuinon diperbolehkan penggunaannya untuk kuku artifisial dengan kadar 0.02% (BPOM, 2011). Hidrokuinon digunakan secara topikal sebagai agen depigmentasi untuk kulit dalam kondisi hiperpigmentasi melasma, bintik-bintik (freckles), lentigines, dan bekas luka jerawat[4][8].
Dalam penggunaannya sebagai pencerah kulit, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa hasil maksimal ditunjukkan saat menggunakan hidrokuinon sebagai terapi kombinasi dengan retinoid dan kortikosteroid. Krim kombinasi rangkap tiga yang paling banyak digunakan terdiri dari hidrokuinon 4%, tretinoin 0.05%, dan fluocinolone acetonide 0.01%. Perlu diingat bahwa penggunaan dalam kombinasi dengan agen lain memerlukan resep dokter kulit[7].
Selain dalam kosmetik, hidrokuinon memiliki bermacam kegunaan, terutama berkaitan dengan perannya sebagai zat pereduksi yang larut dalam air. Hal tersebut merupakan komponen utama dalam pengembang fotografi hitam putih yang digunakan untuk film dan kertas dengan mereduksi perak halida menjadi unsur perak dengan senyawa metol. Selain itu, ia juga berperan sebagai penghambat polimerisasi. Sebagai pembersih radikal bebas, hidrokuinon berfungsi untuk memperpanjang umur resin peka cahaya (light-sensitive resin) seperti polimer keramik[9].
Bahaya Hidrokuinon
Hidrokuinon dengan kadar lebih dari 2% termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Bahaya pemakaian obat keras tersebut tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit kemerahan dan rasa terbakar, kelaianan pada ginjal (nephropathy), kanker darah (leukimia), dan kanker sel hati (hepatocelluler adenoma)[2]. Pemakaian yang berlebihan juga dapat menyebabkan ochronosis, yaitu kulit berbintil seperti pasir dan berwarna cokelat kebiruan, sehingga penderita akan merasa kulit seperti terbakar dan gatal[5]. Hidrokuinon dengan kadar tinggi dapat menyebabkan iritasi kulit, namun jika dihentikan seketika akan berefek lebih buruk. Krim yang mengandung hidrokuinon dapat menimbulkan risiko seperti ochronosis eksogen[3].
Pemantauan Penggunaan Hidrokuinon
Tim perawatan kesehatan (dokter, perawat, dan apoteker) berperan penting dalam memantau pasien yang menggunakan hidrokuinon. Penting untuk memantau pasien untuk memastikan bahwa mereka hanya menggunakan obat sesuai resep tidak lebih dari 5-6 bulan untuk membatasi efek samping. Perawat dapat turut memantau dan mengevaluasi kepatuhan pasien, karena penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan obat dan mengawasi dengan cermat setiap efek samping. Informasi tersebut harus dipaparkan dengan jelas kepada pasien. Pasien harus diinstruksikan untuk berhenti menggunakan obat jika terjadi iritasi, hipersensitivitas, atau reaksi alergi. Apoteker dapat meninjau penggunaan dan efek samping saat memberikan obat, memantau kapan pasien datang untuk pemeriksaan berkala, dan mengingatkan dokter tentang masalah apa pun. Efek samping ochronosis yang jarang, namun paling berpotensi berbahaya, perlu dijelaskan kepada pasien yang menggunakan hidrokuinon. Mereka harus diinstruksikan untuk segera menghentikan pengobatan ini jika dampak buruk terjadi[7].
Referensi :
[2] Analisa Hidrokuinon dalam Krim Dokter Secara Spektofotometri UV-VIS
[3] Analisis Kadar Merkuri dan Hidrokuinon dalam Kosmetik Krim Pemutih yang Dijual di Online Shop
[4] Analisi Merkuri dan Hidrokuinon pada Krim Pemutih yang Beredar di Jayapura
[5] Bahaya Kosmetika Pemutih yang Mengandung Merkuri dan Hidroquinon serta Pelatihan Pengecekan Registrasi Kosmetika di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon
[6] Hydroquinone: An Evaluationof the Human Risks from its Carcinogenic and Mutagenic Properties
[7] NCBI : Hydroquinone
[8] What to know about hydroquinone
[9] Wikipedia : Hydroquinone


Komentar
Posting Komentar