![]() |
Lupa adalah hal yang wajar. Bahkan, untuk sesuatu yang penting saja kita sering lupa, padahal udah berusaha buat mengingat sekuat tenaga biar ngga lupa. Seringkali terjadi ketika kita pergi ke sebuah ruangan untuk mengambil suatu barang, tapi pas udah di ruangan itu, malah lupa mau ngapain. Peristiwa ini disebut dengan Doorway Effect.
Ingatan (memori) kita disusun berdasarkan peristiwa atau kejadian tertentu yang tidak hilang meskipun kita tidur. Memori episodik merupakan proses yang melibatkan penerimaan dan penyimpanan informasi tentang peristiwa pada tanggal tertentu disertai dengan waktu dan tempat terjadinya peristiwa tersebut. Dalam hal ini, sebuah lokasi berperan penting dalam penyusunan ingatan. Memori yang terjadi pada tempat kita berada sekarang ini akan lebih mudah dijangkau daripada tempat lainnya. Oleh karenanya, perpindahan lokasi dianggap menjadi pembatas atau sebuah pintu yang memisahkan ingatan satu dengan yang lain [1][2].
Doorway
effect disebut juga location
updating effect atau event horizon effect merupakan peristiwa saat
kita melupakan sesuatu ketika kita berpindah tempat atau melewati suatu batas,
baik batas fisik (misalnya dari ruang tamu ke dapur melewati sebuah pintu) maupun
metafisik (misalnya membuka tab baru dalam browser)[2].
Penelitian oleh Pettijohn & Radvansky (2016) menunjukkah bahwa location
updating effect disebabkan oleh berkurangnya ketersediaan informasi karena
informasi tersebut tidak lagi ada dalam memori kerja. Hal ini merupakan dampak
dari berkurangnya ketersediaan informasi dari situasi peristiwa sebelumnya
karena informasi tersebut dihapus dari memori kerja. Artinya, ketika kita memasuki
sebuah situasi baru, ingatan dari sebelumnya akan dihapus karena dianggap tidak
relevan dengan situasi yang baru. Di samping itu, karakteristik lingkungan dan
cara seseorang berinteraksi dengan lingkungan dapat memengaruhi memori[3].
Pada
tahun 2021, para peneliti di Universitas Bond menegaskan bahwa doorway
effect umumnya terjadi karena perpindahan tempat dan diperkuat dengan adanya
distraksi yang mengalihkan perhatian kita, maupun banyaknya hal yang kita
pikirkan sehingga perpindahan situasi atau peristiwa akan menyebabkan kita lupa
dengan tujuan sebelumnya. Dengan kata lain, kita akan mudah lupa jika dalam
mengingat sesuatu kita diberi beban pikiran tambahan untuk memikirkan hal baru.
Gimana caranya biar ngga gampang lupa?
Salah
satu peneliti dari Bond University, Dr. Oliver Baumann, mengatakan bahwa biasanya
kita memiliki ingatan yang kuat terhadap sesuatu yang sangat kita inginkan.
Jika kita memiliki banyak pikiran, tentunya kita akan lebih mudah lupa karena
pikiran kita terbebani oleh banyak hal[4]. Dari pendapat beliau, dapat
dikatakan bahwa menjaga fokus dan mengeliminasi ingatan terhadap hal-hal yang
tidak terlalu penting dapat meringankan beban pikiran kita sehingga sesuatu
yang penting tidak mudah terlupakan.
Catatan: penulis belum menemukan
informasi keterkaitan doorway effect dengan kelainan pada otak (amnesia,
demensia, dll). Kritik, saran, dan revisi terkait topik tersebut akan sangat
membantu.
Referensi:
[2]Doorways do not always cause forgetting: a multimodal investigation
[3]Walking through doorways causes forgetting: Event structure or updatingdisruption?
[4]Unlocking the mysteries of the ‘doorway effect’

Komentar
Posting Komentar